.

Search This Blog

Sifat-sifat Bahan Bangunan


SIFAT -SIFAT BAHAN BANGUNAN

Bahan Bangunan Ramah Lingkungan
Sifat Kimia
Umumnya bahan bangunan terdiri dari beberapa unsur, senyawa dan campuran, apabila suatu bahan bangunan terdiri dari zat-zat dicampur dengan zat-zat dari bahan bangunan lainnya dan hasil campuran semacam itu disebut campuran kimia.

Sifat senyawa kimia yang penting dan ada kaitannya dengan bahan bangunan antara lain adalah:asam,basa dan garam sedangkan bahan bangunan pada umunya dapat digolongkan dalam senyawa organis dan anorganis, senyawa organis misalnya plastik, cat, bitumen sedangkan senyawa-senyawa anorganis misalnya: Baja, besi,tembaga ,seng ,aluminium dan timah.

Sifat Fisis

Yang perlu diketahui dari bahan bangunan adalah sifat kerapatan yaitu perbandingan antara volume biasa dan volume absolut, bagi setiap bahan bangunan kerapatannya (densitas) biasanya kurang dari 100%, Proritas yaitu perbandingan volume pori-pori dan volume total dari bahan bangunan tersebut. Kedua sifat sangat penting diketahui bagi tiap-tiap bahan bangunan mengingat bahwa angka-angka tersebut bagi bahan bangunan menunjukan antara lain kekuatan, sifat bahan terhadap air, hantaran panas.

Dalam hubungan dengan panas maka bahan bangunan juga perlu di ketahui sifat-sifatnya, misalnya sebuah dinding yang terbuat dari beton mempunyai konduktifitas yang berbeda dengan bahan bangunan erat sekali hubungannya dengan penggunaan bahan bangunan seperti:macam,tebal digunakan .Untuk isolasi panas maka digunakan bahan bangunan yang mempunyai konduktifitas yang rendah.

Keawetan adalah suatu sifat bahan bangunan yang perlu diketahui, keawetan adalah ketahanan suatu bahan bangunan yang terhadap gangguan dang pengaruh alam organis lainnya.

Sifat Mekanis

Bahan bangunan yang di gunakan dalam konstruksi bangunan mengalami bermacam-macam beban seperti:beban tekan, beban tarik, beban lentur, beban lentur dan beban geser .Kekuatan setiap bahan berbeda untuk memikul beban-beban tersebut ,maka setiap bahan harus lebih dulu diketahui kekuatan tekan,tarik ,lentur dan kekuatan gesernya.

Bahan bangunan juga mempunyai sifat elastisitas yang berbeda yakni kemampuannya untuk mempertahankan bentuk dan volumenya dari pengaruh dan gaya dari luar, apabila kekuatan elastisitas sebuah bahan bangunan dilampaui/dileawati maka bahan bangunan tersebut tidak akan mendapatkan kembali bentuknya semula (mengalami perubahan bentuk).

Alat Pengangkut Bahan Bangunan

BESI DAN BAJA

Besi (Fe) adalah suatu logam dengan sifat-sifat ketaguhan yang besar yang pada prinsipnya mempunyai kekerasan dan kelihatan, sebagaian besar tergantung pada cara pengolahannya.Titik leleh dari besi murni terletak sekitar 1525°c,berat jenisnya sama dengan 7,88 dan angka pengembangannya (pemuaiannya)0.000012.

Besi dan baja banyak digunakan untuk segala keperluan sebagai bahan bangunan.misalnya untuk: paku, kawat, profil,alat-alat,plat/besi batangan.

Paku dibuat dari kawat baja yang di potong dalam mesin dan dibuhui kepala yang pipih serta ujung yang runcing .Paku-paku dibuat dengan kepala pipih dengan kepala bulat,hal ini penting untuk pekerjaan tukang kayu yang halus karena pada pemakaian paku berkepala bulat lubang yang terjadi sesudah pemasukan paku akan lebih sempit.

ALUMINIUM

Aluminium adalah sejenis logam yang begitu keras dan tidak begitu kuat tetapi sangat kenyal, aluminium mempunyai berat jenis yang rendah yakni 2,6 dan warnanya putih kebitu-biruan , justru karena kekenyalannya itulah maka aluminium mudah di bentuk ,dapat digiling, dituang sehingga aluminium itu menjadi plat-plat tipis, kawat-kawat kecil dan sebagainya.Aluminium akan mencair pada temperatur 665°c.Aluminium yang dihasilkan dari berbagai macam cara tersebut mempunyai kualitas yang berbeda-beda pula.Aluminium tuang mempunyai tegangan tarik besar 800-1200 kg/cm². Aluminium banyak digunakan misalnya: atap,kosen,tangga dinding pemisah,dan sebagainya.

Bahan aluminium dibungkus dengan pembungkusan yang dapat menyerap uap air ,aluminium harus disimpan jauh dari kegiatan pembangunan dan di letakkan di tempat terlindung serta tidak menyentuh tanah.Bila sulit untuk mendapatkan tempat penyimpanan yang baik sebaiknya jumlah bahan ini dibatasi seperlunya mengikuti kecepatan pemasangan. Bila mungkin bahan aluminium ini disimpan secara berdiri untuk untuk menghindari air yang tergenang terutama pada aluminium plat, air yang tergenang dapat menimbulkan noda-noda pada bahan aluminium, yang mengurangi atau merusak keindahan aluminium tersebut. Debu,semen ,tanah bila mengenai aluminium yang basah dapat menimbulkan korosi setempat.

Dala membersihkan aluminium  maka diatur menurut tingkat pengotoran semua dan dapat dipilih cara yang paling sesuai untuk tingkat kebersihan yang dikehendaki.

-          Bersihkan dengan air hangat detergent.
-          Cuci dengan larutan pembersih seperti kerosene,terpentin,bensin.
-          Gunakan bahan pembersih kimia.
-          Gunakan penggosok yang kasar misaknya steel wool(wol baja).

Contoh Penggunaan Aluminium Sebagai Profil Penggantung Plafond

.

Contoh penggunaan Aluminium Penutup Atap dan untuk Dinding .



Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :

Cara Mendapatkan Buku Teknik Sipil gratis
Cara Belajar Ilmu Teknik Sipil  
Mengenal Jurusan Teknik Sipil 
Sumber Referensi Drs. Daryanto (Pengetahuan Teknik Bangunan)


0 comments:

Post a Comment